7 Perbedaan Aksi 1.000 Lilin dan Aksi 1.000 Batu, Golok dan Parang

3543
Aksi 1000 batu VS 1.000 lilin

Dari seorang, Ibu Rumah Tangga temen SMA ku,

Irma Eka Sari: “Ngumpulin beberapa foto dari WA dan FB untuk kenang-kenangan bahwa ternyata dibalik sebagian orang Indonesia yang bedul masih ada orang-orang yang punya hati nurani. Setelah mereka mengolok-olok karena bunga, kini lilin pun diolok-olok.

Aksi seribu lilin dicela karena mereka bilang apa bedanya dengan demo mereka yang berjilid-jilid itu?

Sini ya dul bedul gue jelasin bedanya :
1. Aksi seribu lilin dilakukan untuk merajut kebhinnekaan yang berusaha dihancurkan oleh segelintir orang untuk kepentingan politiknya dengan membawa issue etnis dan Agama.
2. Aksi seribu lilin dilaksanakan pada malam hari, karena kalau pagi sampai sore mostly mereka bekerja, pekerjaan utama mereka BUKAN tukang demo.
3. Aksi seribu lilin dilaksanakan bukan cuma di Indonesia, khususnya Jakarta, tapi di luar sana oleh bangsa Indonesia karena sebagai bangsa Indonesia mereka prihatin dengan keadaan Indonesia.
4. Aksi seribu lilin tidak membuat negara mengeluarkan biaya bermiliyar-milyar karena menyiapkan banyak personil TNI Polri untuk mengawalnya pun peserta demo pulang dengan transportasi masing-masing jadi tidak merepotkan.
5. Aksi seribu lilin modalnya dari kantong sendiri ngga perlu orang kaya untuk membiayai.
6. Aksi seribu lilin dilakukan dengan damai, tidak teriak-teriak kata kasar dan buruk dan bikin masyarakat takut. Saat itu orang-orang menyalakan lilin sambil bernyanyi lagu-lagu kebangsaan supaya tetap ingat bahwa Indonesia itu negara kita dan bhinneka.
7. Yang jelas Aksi seribu lilin ini tidak diselipin agenda menurunkan Jokowi

Jadi camkan ya tong, mamat mimin bahwa demo berjilid-jilid kemaren beda dengan aksi seribu lilin ini.

Aksi seribu lilin sejatinya adalah aksi #SaveNKRI sesungguhnya yang didorong oleh ketidakadilan terhadap Ahok, jadi berbeda dengan demo berjilid-jilid yang tujuannya bukan #SaveNKRI tapi gantung Ahok, tangkap Ahok, penjarakan Ahok dan ada yang mau dongkel Jokowi.”

(gerpol)