Ahok: Kekuasaan Itu Milik Tuhan

1509

JAKARTA-Gubernur Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima hasil perhitungan cepat (quick count) Pilkada DKI Jakarta 2017. Karena itu, dia meminta para pendukungnya agar tidak usah kecewa dan sedih.

“Kekuasaan adalah pemberian Tuhan. Kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan juga yang ambil. Jadi jangan sedih dan kecewa. Tetap bekerja yang terbaik,” kata Ahok yang didampingi pasangannya Djarot Saiful Hidayat bersama partai pengusung dan para relawan dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (19/4).

Ahok sangat percaya bahwa Tuhan bekerja dalam segala sesuatu. Bahkan menjadi pejabat atau tidak semua dalam rencana dan kehendak Tuhan.

“Tahun 2007, saya gagal menjadi Gubernur Bangka Belitung. Tidak ada penyesalan”, jelasnya.

Ternyata kemudian Tuhan punya kehendak lain. Ahok naik kelas menjadi Wagub (2012) dan Gubernur DKI Jakarta 2014 sampai Oktober 2017,” imbuhnya.

Basuki mengaku kekalahan dalam sebuah proses demokrasi itu hal biasa.
Diapun berjiwa besar memberikan ucapan selamat kepada paslon nomor urut 3 ini.

“Selamat kepada pak Anies dan Sandi. Kita ingin Jakarta yang lebih baik. Jakarta rumah kita bersama,” tutupnya.

Basuki menjelaskan, masa jabatannya memimpin Jakarta masih enam bulan kedepan.
Dalam sisa waktu tersebut, mereka akan menyelesaikan berbagai program yang tersisa. “Kami masih punya tanggungjawab beberapa proyek. Dalam sisa waktu yang ada, kami akan bekerja keras, meski kami akui tidak semuanya tuntas,” terangnya.

Ucapan selamat bagi Anies-Sandi juga datang dari Djarot Syaiful Hidayat. “Saya ucapkan selamat ke beliau sambil menunggu hasil real count dari KPUD,” kata Djarot dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (19/4).

Baca:

Djarot menjelaskan dari hasil perhitungan cepat (quick count) dari sejumlah lembaga survei saat ini, pasangan Anis-Sandi memang unggul. Meski tetap menunggu hasil perhitungan resmi KPUD DKI Jakarta, Djarot mengemukakan hasil tersebut membuat dirinya bersama Ahok memberikan selamat.

Dia meminta para pendukungnya untuk menahan diri. Para pendukung juga diminta untuk menjaga kebersamaan dan persatuan seluruh warga Jakarta.

“Kami berharap semua pihak tahan diri dan benar-benar menjaga rasa kebersamaan selama ini. Kami betul merasakan perjuangan selama ini dari relawan, pendukung dan masyarakt dalam memberikan hak pilih. Kami apresiasi kepada warga Jakarta yang memberikan hak pilih secara damai,” ujarnya.

Dia menegaskan dirinya bersama Ahok masih akan menjabat hingga Oktober 2017. Dalam sisa waktu yang ada, keduanya akan menyelesaikan berbagai program yang tersisa. Keduanya ingin meletakkan dasar-dasar pembangunan di Jakarta ini.

(gerpol)