Luar Biasa! Ahok Ditahan, Putrinya Tetap Berkarya untuk Masyarakat

3100
Nathania (kanan bawah), putri satu-satunya Ahok dan Veronica Tan. (Sumber: Tribunnews.com)

Tak banyak yang tahu sosok satu-satunya anak perempuan Ahok yang masih berumur 16 tahun ini. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Veronica Tan diketahui dikaruniai tiga orang anak.

Anak pertama mereka adalah Nicholas Sean Purnama yang kini sedang menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Sedangkan anak laki-laki mereka yang paling kecil bernama Daun Alebenner Purnama yang kini masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar.

Satu-satunya anak perempuan pasangan ini adalah Nathania Berniece Zhong, yang berusia 16 tahun.

Sean dahulu sempat viral karena banyak disukai remaja wanita. Daud pernah tampil di acara talkshow salah satu stasiun televisi swasta dan menarik perhatian banyak orang karena kata-katanya yang ceplas-ceplos. Namun tak banyak yang tahu tentang Nathania.
Perempuan berambut pendek ini diam-diam ternyata lain dari kedua saudaranya laki-lakinya. Remaja perempuan ini dipanggil Nata oleh teman-temannya, dan Nia oleh keluarga.

Lahir di Jakarta, Nata mengaku menghabiskan masa kecilnya di Belitung. Walau kedua orang tuanya dikenal oleh masyarakat, sepertinya Nata tidak menonjolkan diri dalam dunia sosial media. Namun ada satu hal yang tak biasa dari diri Nata.

Walau usianya masih muda, Nata dan dua temannya ternyata sudah membuat sebuah proyek bernama The Spring Water. Proyek ini bahkan telah mempunyai website sendiri, www.thespringwater.org. The Spring Water adalah proyek yang digagas Christopher Pramana, Nathania Berniece, dan Grace Chandra.

Proyek ini bertujuan untuk mengalirkan air bersih pada daerah-daerah yang masih susah mendapatkan aksesnya. Beginilah penjelasan Nathania pada website tersebut.

CO-FOUNDER
NATHANIA B. ZHONG
My name is Nathania Berniece Zhong, however, people call me Nata.
I was born in Jakarta and my most significant memory of my childhood was in Belitung.
I chose a water project along with Chris and Grace because it seems that out of Indonesia’s many issues regarding Poverty, Pollution, Education, and as most already know the list goes on, Water isn’t one I come across as much even though it is as big as the few issues mentioned.
I, along with Chris and Grace, chose this because if there are already many organizations for Pollution, Education and Poverty then what difference will another organization of the same cause do? Instead, we decided that it was best to find a cause with not many organizations backing it up, especially in Indonesia. That cause, is water.

[email protected]
(Nama saya Nathania Berniece Zhong, orang-orang memanggilku Nata. Saya lahir di Jakarta dan memori yang paling kuingat dari masa kecil adalah saat aku menghabiskannya di Belitung. Aku memilih proyek air ini bersama Chris dan Grace karena hal ini sesuai dengan isu yang banyak beredar di Indonesia, yaitu kemiskinan, polusi, dan pendidikan dan masih banyak lagi, dan air menjadi salah satu isu yang besar dari ketiga hal tersebut.

Kami memilih proyek ini karena proyek untuk kemiskinan, polusi, dan pendidikan sudah banyak di masyarakat.
Dan penyebab proyek-proyek itu sering tidak berjalan lancar tak lain karena masalah air bersih.)

Organisasi non profit yang mereka buat ini bahkan sudah diliput oleh sebuah televisi swasta. Proyek mereka yang telah dikerjakan adalah yang ada di Teluk Naga dan Rancabungur, Bogor. Mereka bertiga, khususnya Nata sering melakukan penggalangan dana di berbagai tempat.

Dalam situs ini mereka juga menyertakan alamat rekening yang bisa digunakan jika siapa pun ingin ikut menyumbang dana.

(tribunnews/gerpol/youtube)