Pemilik Situs Hoax Posmetro Ternyata Direkrut Gerindra dan Tim Sandiaga Uno

20052

Baru saja kemarin sebuah website pembela terorisme dan habib cabul, posmetro, memberitakan hoax bahwa Ahok bebas berkeliaran keluar dari penjara.

Untuk menguatkan hoaxnya, posmetro memuat foto Ahok yang sedang menonton bioskop bersama istrinya Veronica.

Sayangnya, netizen tidak sebodoh itu untuk termakan hoax ini. Padahal kalau provokator di balik website posmetro ini bisa sedikit pintar, kita semua juga tau ini foto lama dilihat dari potongan rambut Veronica yang sekarang sangat berbeda.

Salah satu akun Twitter dengan nama @D4NIAmirza pun ikut menepis hoax itu dengan memberikan foto asli yang sebelumnya digunakan akun Twitter @posmetroinfo untuk menebar hoaxnya. Ternyata foto itu diambil saat Ahok dan istrinya menonton sebuah film baru bersama dengan komedian Indro Warkop sebelum dirinya ditahan.

Website posmetro sendiri memang sudah sering kali memuat berita yang memojokkan pasangan Ahok-Djarot sejak masa Pilkada DKI. Termasuk berita-berita khas nasbung yang selalu membela terorisme dan habib cabul yang sedang ramai dengan statusnya yang saat ini sebagai buron.

Siapa sebenarnya penebar hoax di balik portal berita posmetro ini?

Penelusuran yang dilakukan oleh Akuraik.net memuat tulisan tentang Hamdi Mustapa, provokator di balik portal hoax posmetro yang dikenal sangat anti Ahok dan Jokowi. Hamdi Mustapa juga pemilik ID forum kaskus Victim of Gip yang sering kali memancing emosi kaskuser dengan fitnahnya yang rasis.

Awal kemunculan si Gip di dunia maya adalah untuk mencari pengunjung untuk websitenya terutama di forum Kaskus. Gip sangat gigih memposting berita fitnahan dari websitenya sendiri agar semakin banyak dikenal orang.

Baca:

Gip juga sukses mendulang Jempol (Like) di Facebook dari orang-orang Sumbar yang sebagian besar memang tidak suka dengan Jokowi dan Ahok.

Berdasarkan penelusuran di akun Facebook miliknya ini, didapatkan fakta bahwa Hamdi merupakan pemilik website posmetro melalui foto-foto yang didapatkan di akun miliknya.

Hamdi yang berasal dari Padang, Sumatera Barat ini mengawali berita hoaxnya dengan memanfaatkan “kebencian” warga Sumbar terhadap Jokowi dan Ahok. Website yang terkenal anti Jokowi dan Ahok ini berisi konten fitnah yang berbau SARA yang sangat busuk dan sering dibagikan di media sosial.

 

Kepiawaian Hamdi membuat dan mencari materi-materi fitnahan ikut andil meningkatkan pengunjung website sampai bisa dipasang iklan adsense, pundi-pundi dollar mengalir deras. Hamdi kini menjadi jutawan, sampai akhirnya ia diboyong ke Jakarta oleh sebuah partai demi menjatuhkan elektabilitas Ahok pada Pilgub DKI. Ia direkrut untuk menjadi salah satu tim ahli untuk melakukan berbagai kampanye termasuk black campaign pada Pilgub DKI lalu.

Dari foto di atas sudah sangat jelas bahwa partai yang merekrutnya ialah Gerindra, yang jelas-jelas pendukung pasangan Anies-Sandi pada Pilgub DKI lalu. Wajar saja kalau berita hoax yang dibuatnya terkesan anti Ahok dan rasis.

(akuraiknet/gerpol)