Sandi Mau Sumbangkan Gaji Wagub yang Cuma 7 Juta, Biaya Kampanye Saja Lebih 100 Miliar

1862
Recapital adalah induk Aetra, perusahaan pengelola air minum milik Sandiaga Uno

Sandiaga Uno, Wagub terpilih sedang berusaha membohongi publik Jakarta dengan pencitraan yang hanya bisa dipercaya oleh mereka yang bodoh saja.

Sandi, mau menyumbangkan gaji sebagai Wagub yang cuma 7 juta perak. Iya, gaji Wagub memang kecil, bandingkan saja dengan biaya kampanye yang sudah digelontorkan oleh Sandi lebih dari 100 Miliar (baca: Soal Dana Kampanye, Sandi Sudah Kucurkan 200 M, Anies Ngutang 50 M)

Sumbangan atas nama gaji yang cuma 7 juta itu hanya pencitraan belaka dibanding dengan proyek-proyek Pemprov DKI yang triliunan yang bisa digarap oleh Perusahaan Sandi. Untuk saat ini, Perusahaan Air Minum Sandi, Aetra menguasai air bersih di Jakarta (Baca: Gurita Perusahaan Air Sandiaga dan Mahalnya Air Bersih di Jakarta)

Bayangkan, Sandi dengan pencitraan mau sumbang uang recehan, sementara untuk biaya kampanye dia gelontorkan milyaran rupiah.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi) sempat mengutarakan soal janji menyumbangkan gajinya jika terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Rupanya ia tak lupa dengan janji itu.

“Saya teringat banyak janji. Tapi salah satu dari yang teringat saya, seluruh gaji saya untuk kaum yatim dhuafa dan fakir miskin. Saya keliling Jakarta dan warga ada yang tidak sejahtera. Terima kasih dan terima kasih. Kita rajut kebersamaan untuk Jakarta,” ucap Sandiaga dalam sambutan yang di sela acara tasyakuran kemenangan Anies-Sandi di Masjid Al Barkah As Syafi’iyah, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (23/4/2017).

Baca: Cara Perusahaan Sandiaga Mencekik Warga Jakarta, Aetra Bidik Keuntungan Rp1Triliun

Sandi kemudian menegaskan kembali niatnya saat ditanya wartawan usai tasyakuran Ekor Kuning No 39, Rawamangun, Jakarta Timur. Ia bahkan menyinggung istrinya Nur Asia Uno, yang turut mendampingi.

“Saya Alhamdulillah udah dapat banyak rezeki dari hasil tabungan saya dan usaha saya. Saya sudah janjian sama istri saya, kurangi belanja ya,” ujarnya sambil menoleh kepada Nur Asia. Istrinya hanya merespons dengan tertawa kecil dan anggukan.

“Karena kasihan, sedekah, banyak yang miskin,” lanjutnya.

Sandi berucap akan memercayakan sumbangannya nanti ke badan zakat yang kredibel. Antara lain Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dompet Dhuafa.

“Untuk kaum dhuafa. Semua diatur nanti saya minta masukan dari Baznas dan Dompet Duafa, rumah zakat yang sudah biasa memobilisasi pendanaan,” pungkasnya.

(detik/gerpol)