“Saya Ikhlas… Jangan Membenci Siapapun” Pesan Ahok Pada Djarot, Sahabatnya

2569
BaDja

Ketika Ahok berkata kepada sahabatnya Djarot :

“Saya ikhlas untuk menjalani ini, untuk memberikan pencerahan kepada seluruh warga. Saya akan terima ini, hadapi ini dengan tegar, dengan tetap teguh menempuh jalur hukum’,” – lalu menutupnya dengan kalimat :

“Jangan membenci siapapun.”

Saat itu juga saya langsung menangkap bahwa orang ini adalah manusia berhati baik – bahkan mulia. Perhatikanlah, semua kalimatnya di atas itu memberikan pesan : ‘ Justru pada puncak penderitaan dan kesakitannya – dia sama sekali tak memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan warganya – agar mendapatkan pencerahan pikiran dan ketenangan hati dengan tidak mennyimpan kebencian.’

Seolah dia ingin menyerahkan dirinya untuk orang lain. Benar yang pernah kita dengar, hidup Ahok telah diwakafkan untuk rakyat dan bangsanya. Di mana dan kapan lagi kita akan bertemu orang seperti itu ?

Sebuah pribadi yang langka. Tak sekalipun kita mendengar ungkapan dendam, sakit hati, benci. Bahkan tak sekalipun terdengar ungkapan untuk menyalahkan siapapun, padahal ia mengalami puncak ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Semua karya dan prestasi hebatnya dicampakkan begitu saja bak keset yang diinjak-injak, namun dia hanya berkata : “Jangan membenci siapapun.”

Tanpa bermaksud menyesali apapun, saya sering merenung : betapa (warga) Jakarta bukan hanya telah mencampakkan seorang gubernur terbaik yang mungkin tak tertandingi – tapi juga membuang seorang manusia mulia yang bahkan telah mewakafkan hidupnya untuk mereka.

Ahok telah mencukupkan dirinya sendiri. Satu-satunya keinginannya hanyalah bersimpuh di hadapan-Nya. Dalam sepi. Dalam diam.

God bless you Ahok…a man of honor.

DAN AHOKPUN BERSIMPUH

By : Herry Tjahjono, rakyat NKRI.

(gerpol)