Tangis Pensiunan Guru Pecah saat Bertemu Ahok

2414
Ahok terima pengaduan warga. (Sumber: Merdeka.com)

Seorang pria paruh baya mendorong istrinya yang duduk di atas kursi roda ke Balai Kota DKI Jakarta. Dia mengharapkan bisa bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang biasa menerima pengaduan dari warga.

Basuki atau akrab disapa Ahok itu akhirnya tiba di Balai Kota DKI Jakarta pada pukul 07.30 Wib. Dia langsung menerima Saurlan Pasaribu yang tengah duduk di kursi roda bersama suaminya. Tujuan mereka datang hanya untuk meminta agar uang pensiun segera dicairkan.

“Iya saya urus bantu ke BKN (Badan Kepegawain Negara),” kata Ahok kepada mereka berdua, Senin (8/5).

Baca:

  • Massa Dukung Ahok: Hakim & MA Tidak Boleh Diintimidasi Preman!

  • Kekalahan Ahok Adalah Bukti Meningkatnya Kekuatan Kelompok Radikal di Indonesia

Mantan Bupati Belitung Timur itu akhirnya mencoba mengajak berbicara Saurlan yang sedari tadi hanya duduk terdiam. Dia mempertanyakan apakah perempuan paruh baya tersebut telah melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

“Ibu sudah ke RS belum?” tanya Ahok.

Bukannya menjawab sang ibu malah menangis. “Jangan sedih bu, walau kena stroke harus senang hatinya. Percaya sama Tuhan, maka Tuhan pasti tolong. Kalau sedih, ibu tambah sakit nanti,” tambah Ahok.

Bapak tiga orang anak itu terus memberikan semangat pada Saurlan yang tengah menderita Stroke tersebut. Dia mengharapkan Saurlan tetap percaya pada kekuatan Tuhan yang bisa menghapuskan segala penyakit.

“Tuhan Yesus pasti tolong, Ibu ingat Tuhan Yesus pasti tolong. Tuhan berkati Ibu. Saya urusin pensiunnya,” tutupnya.

Menurut pengakuan suami Saurlan, istrinya adalah pensiunan guru SMPN 21 Jakarta. Meski SK Pensiunan sudah turun sejak 2016, hingga kini mereka belum dapat mengambil uang pensiunnya.

(merdeka/gerpol)