Presiden Palestina ke Gedung Putih, Membahas Perdamaian Israel-Palestina dengan Trump. Kok Bisa?

319
Mahmoud Abbas, Presiden Palestina bertemu Trump

Kedua pemimpin tersebut dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada hari Rabu. Trump berharap Abbas berkomitmen untuk melakukan lagi proses perdamaian Israel Palestina yang pernah berhenti.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta pemimpin Palestina Mahmoud Abbas pada pertemuan mereka pada hari Rabu (3 Mei 2017) untuk stop membayar tunjangan dan santunan keluarga orang-orang Palestina yang terbunuh saat melakukan serangan terhadap orang-orang Israel, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada Haaretz.

Baca: Terbongkar! Hamas dan Israel Biang Kerok Penderitaan Rakyat Palestina

Keduanya akan bertemu pada Rabu siang di Gedung Putih (waktu Israel).
Abbas tiba di Washington pada hari Selasa dan akan tinggal selama tiga hari. Dia juga diharapkan bertemu dengan Sekretaris Negara Rex Tillerson, senator, anggota kongres dan perwakilan organisasi Yahudi di Amerika.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada Haaretz pada Selasa malam bahwa Trump akan meminta komitmen Abbas untuk melakukan lagi proses perdamaian Israel Palestina.

“Presiden secara pribadi percaya bahwa perdamaian itu mungkin, dan waktunya telah tiba untuk membuat kesepakatan itu,” kata pejabat tersebut.

“Presiden telah mencatat bahwa kesepakatan semacam itu tidak hanya akan memberi orang-orang Israel dan Palestina perdamaian dan keamanan yang mereka layak dapatkan, tapi juga akan bergema positif di seluruh wilayah dan dunia.”

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News sepekan lalu, Netanyahu menuntut agar Otoritas Palestina menghentikan santunan dan tunjangan ini jika mereka ingin menunjukkan bahwa mereka benar-benar menginginkan perdamaian.

Pada hari Senin, dalam sebuah upacara di Hari Peringatan Israel, Netanyahu juga menangani masalah ini.

“Presiden Abbas, yang akan pergi minggu ini untuk bertemu dengan Presiden Trump, bagaimana Anda bisa berbicara tentang perdamaian dengan Israel dan pada saat yang sama mendanai pembunuh yang menumpahkan darah orang-orang Israel yang tidak berdosa di setiap kesempatan?” Netanyahu mengatakan.

“Anda ingin mengambil langkah nyata untuk perdamaian yang kita inginkan? Hentikan pembayaran kepada pembunuh. Batalkan hukum yang mengharuskan pembayaran kepada pembunuh ini. Dana perdamaian, bukan pembunuhan. ”

Orang-orang Palestina telah menyatakan optimisme menjelang pertemuan tersebut. Juru bicara Abbas, Nabil Abu-Rudeineh, mengatakan bahwa presiden Palestina tersebut akan menekankan perlunya memajukan sebuah proses berdasarkan solusi dua negara dan Inisiatif Perdamaian Arab, proposal 2002 yang telah diratifikasi sekali lagi di KTT Liga Arab pada akhir Maret .

Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa memajukan proses perdamaian Timur Tengah dan mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina merupakan prioritas utama Trump.

(haaretz/gerpol)